USD/JPY Turun Menuju 129,00 karena Indeks USD Terlihat Semakin Melemah Jelang PDB AS



forex 26 Jan 2023


  • USD/JPY diprakirakan akan turun ke 129,00 di tengah profil risiko yang optimis.
  • Hilangnya peluang kenaikan suku bunga 50 bp oleh The Fed telah sangat membebani imbal hasil AS.
  • Ringkasan Opini BoJ menyampaikan bahwa indeks harga meningkat untuk barang dan jasa.

Pasangan USD/JPY melayang di dekat support penting di 129,26 di awal sesi Asia. Aset ini diprakirakan akan menyerahkan support yang disebutkan di atas dan akan turun menuju level 129,00 di tengah volatilitas Indeks Dolar AS (DXY). Indeks USD berada di sekitar level terendah tujuh bulan di 101,10 dan mungkin akan turu

n lebih jauh di tengah sentimen risk-on pasar.

Pemulihan pada Kontrak Berjangka S&P500  setelah para investor mengabaikan ketidakpastian atas musim laporan keuangan yang sedang berlangsung telah meningkatkan selera risiko para pelaku pasar. Sementara itu, para ekonom di UBS meragukan bahwa rally dalam indeks 500 saham AS akan bertahan lama. Mereka lebih lanjut menambahkan bahwa "Kami tidak melihat banyak ruang bagi pasar untuk rally dalam waktu dekat, terutama mengingat pandangan kami akan berlanjutnya tekanan pada pertumbuhan laba perusahaan."

Hilangnya peluang kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan kebijakan moneter bulan Februari telah membebani imbal hasil obligasi AS. Imbal hasil yang dihasilkan oleh obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun telah turun tajam mendekati 3,44%. Selain itu, permintaan untuk obligasi pemerintah AS meningkat menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat.

Para investor memprakirakan penyusutan dalam skala kegiatan ekonomi menjadi 2,6% versus rilis sebelumnya sebesar 3,2% pada kuartal ketiga Tahun Siklus 2022. Hal ini bisa jadi merupakan konsekuensi dari pengetatan kebijakan ekstrim oleh The Fed, yang membatasi perusahaan-perusahaan untuk meminjam.

Dari sisi Yen Jepang, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda telah mengkonfirmasi bahwa bank sentral "akan dengan tegas menjaga lingkungan moneter tetap mudah." Kuroda menambahkan bahwa "BoJ bertujuan untuk mendapatkan kembali fungsionalitas pasar dengan menyesuaikan operasi kontrol kurva imbal hasil sambil mempertahankan lingkungan moneter yang mudah.

Sementara itu, rilis Ringkasan Opini BoJ mungkin akan membawa aksi pada USD/JPY ke depan. Risalah rapat dari Ringkasan Opini BoJ mengindikasikan bahwa indeks harga meningkat untuk barang dan jasa. Butuh waktu bagi Jepang untuk mencapai pertumbuhan upah yang berkelanjutan, untuk itu BoJ harus mendukung ekonomi dengan kebijakan makro.